Level Keselamatan Yang Diperbolehkan

Keselamatan absolut secara general tidak mungkin bisa dicapai dan amat sangat mahal. Karenanya, konsep keselamatan yang diperbolehkan telah diadopsi dalam industri-industri yang berpotensi bahaya, termasuk penerbangan.

Deskripsi

Keselamatan absolut secara general tidak mungkin bisa dicapai dan amat sangat mahal. Karenanya, konsep keselamatan yang diperbolehkan telah diadopsi dalam industri-industri yang berpotensi bahaya, termasuk penerbangan. Terminologi ‘risiko yang diperbolehkan’ mendiskripsikan even dengan probabilitas kejadian dan konsekuensi yang bisa diterima oleh masyakarat, yaitu masyarakat bersedia mengambil risiko atau menjadi bagian dari risiko dari suatu kejadian. Peran otoritas regulator adalah menerjemahkan ekspektasi dan persepsi masyarakat menjadi level target keselamatan secara kualitatif dan kuantitatif.

“Level keselamatan yang diperbolehkan menunjukkan tujuan keselamatan yang diambil otoritas, operator atau penyedia layanan. Dari perspektif hubungan antara otoritas dan operator/penyedia layanan, akan terlihat tujuan keselamatan yang diperbolehkan yang bisa dicapai oleh operator/penyedia layanan sementara pada saat bersamaan harus menjalankan fungsi bisnis utamanya.” (ICAO Annex 11, Attachment E).

Secara tradisional, di banyak industri termasuk penerbangan, regulasi keselamatan telah dijalankan sebagai panduan, yaitu regulator menentukan aturan dan standar untuk diikuti dan melakukan audit dan inspeksi untuk mengecek level compliance-nya. Pendekatan ini membutuhkan sumber daya spesialis sebagai bagian regulator dan terkadang terlalu membatasi entitas yang diaturnya, khususnya dalam perkenalan proses dan teknologi baru.

Dengan mengetahui kesulitan-kesulitan tersebut maka diambil pendekatan aturan keselamatan berbasis tujuan, dimana keselamatan lebih jelas sebagai tanggungjawab operator/penyedia layanan, di mana peran regulator lebih pada memastikan penyedia layanan menjalankan tanggungjawabnya secara tepat. Regulator menentukan serangkaian tujuan pencapaian dan jalannya level keselamatan yang diterima (atau ditolerir) dan penyedia layanan harus menunjukkan (lewat argumen dan bukti) bahwa tujuan tersebut telah dicapai.

Dalam penerbangan, level keselamatan yang diperbolehkan secara general diterjemahkan dalam terminologi probabilitas kejadia kecelakaan pesawat. Hal ini ditentukan secara individual oleh masing-masing operator/penyedia layanan dengan dasar level target keselamatan yang ditentukan oleh regulator. Sejumlah faktor, seperti kompleksitas operasi, kontek operasional, performa keselamatan sebelumnya, framework aturan keselamatan yang ada, standar keselamatan yang diaplikasikan dan lain sebagainya dimasukkan sebagai pertimbangan. ‘Setiap level keselamatan yang telah disetujui harus berkesesuaian dengan kompleksitas individual operator/penyedia layanan, konteks operasional, dan level kesalahan keselamatan yang bisa ditorelir dan ditemukan secara realistis.” (ICAO Annex 11, Attachment E).

Konsep level keselamatan yang bisa diterima ditampilkan dalam dua skala pengukuran, yaitu target performa keselamatan (safety performance targets) dan indikator performa keselamatan (safety performance indicators).

Thu, 12.02.2015. / 05:47:45

Update Terbaru